Headlines News :
Home » » Wisata Tsunami

Wisata Tsunami

Written By Fuad Heriansyah on Wednesday, September 12, 2012 | 9:51:00 AM

Tragedi menyedihkan dari tsunami telah berlalu dan meninggalkan berbagai cerita, kenangan dan relik. Sekarang adalah saatnya untuk bangkit dan mengubah situasi dari tragedi menjadi peluang bagi rakyat Aceh untuk hidup lebih baik, sejahtera, damai dan bermartabat. Oleh karena itu, sekarang saatnya kita untuk menjaga dan mempromosikan daerah tsunami sebagai "Kawasan Wisata". Dengan demikian, itu menjadi sebagai daya tarik utama wisatawan untuk datang ke Aceh. Selain itu juga bisa menjadi pengingat bagi generasi berikutnya dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pengurangan risiko bencana di masa depan. Beberapa percaya bahwa bencana Tsunami Aceh seperti "berkah tersembunyi". Selama perang sipil penduduk setempat bahkan tidak bisa berdoa setelah 6 pm atau mereka mungkin terjebak dalam situasi unpleaseant, saat kembali ke rumah mereka perjalanan. Ironicallly Tsunami Aceh memberi kebebasan baru dan itulah mengapa Aceh begitu istimewa. Masyarakat Aceh setelah beberapa kesulitan sekarang harus memiliki kekuatan batin.


Museum Tsunami



Sebuah museum untuk mengenang tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 yang menewaskan sekitar 240.000 orang.

Museum ini dibangun dengan konsep panggung-rumah sebagai khas Rumoh Aceh (Aceh rumah adat) yang dapat digunakan sebagai bangunan melarikan diri selama banjir atau tsunami. Di dalamnya Anda dapat menemukan berbagai diorama tsunami, beberapa foto tentang tsunami ketika itu terjadi dan setelah tsunami, ruang simulasi gempa, 4 dimensi peralatan audio visual. Semuanya membawa kita rasa saat-saat nyata gempa. Selain itu Anda bisa menikmati tempat yang nyaman dan menyenangkan.

PLTD Apung (Electrical Generator Ship)


Sebelum Apung PLTD terletak di posisi saat ini, itu tertambat di pelabuhan Ulee Lheue. Kapal itu didorong ke tanah sejauh 2,5 km dari pantai Ulee Lheue oleh Tsunami dan meletakkan di tengah-tengah Desa Punge Blang Cut. Menurut cerita mulut ke mulut, banyak orang selamat dari gelombang dengan naik perahu ini. Hari ini diesel listrik tidak lagi bekerja untuk memasok krisis listrik. Sekarang berubah menjadi situs sejarah Tsunami.

Fishing Boat on the Roof


Sebuah perahu nelayan yang diselenggarakan pada sebuah rumah penduduk dan berhasil menyelamatkan 59 jiwa dengan naik di atasnya, saat gelombang Tsunami itu menghantam desa Lampulo. Karena memiliki nilai-nilai sejarah, sekarang perahu yang digunakan sebagai monumen penting untuk memperingati dahsyatnya tsunami.

Mass Grave of Ulee Lheue


Ini Grave Misa terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, lebih dari 14,264 orang yang dimakamkan di sini. Orang-orang ini adalah korban Gempa Bumi dan Tsunami di 26 Desember 2004.

Thanks to The World Monument

  
Monumen yang terletak di Blang Padang adalah simbol dari rasa syukur Aceh kepada relawan, LSM, lembaga-lembaga negara yang lebih tinggi, perusahaan, sipil, dan militer baik nasional maupun internasional yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Aceh setelah bencana Tsunami. Selain monumen, rakyat Aceh mengucapkan terima kasih mereka ke negara tersebut memberikan kontribusi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh melalui prasasti persahabatan. Pada prasasti tersebut tertulis nama negara, bendera negara, dan rasa syukur ekspresi 'Thank You dan Perdamaian' dalam bahasa masing-masing negara. Ada 53 prasasti di Blang Padang lapangan. Blang Padang sekarang hari adalah tempat umum yang terbuka untuk melakukan excercise dan relaksasi. Ada jogging track, lapangan sepak bola, basket, dan pilar untuk melakukan fitness ringan. Setiap akhir pekan, bidang ini menjadi tempat favorit keluarga. Di daerah ini juga tersedia berbagai kuliner / makanan ringan.

Selain Monumen, rakyat Aceh mengucapkan terima kasih mereka ke negara yang melalui prasasti persahabatan.
Dikutip dari http://bandaacehtourism.com
Share this article :

0 komentar:

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Visit Aceh - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Fuad Heriansyah
Copyright ©