Headlines News :
Home » » BBM Naik Lagi, Nelayan Aceh Makin Menderita

BBM Naik Lagi, Nelayan Aceh Makin Menderita

Written By Fuad Heriansyah on Monday, June 24, 2013 | 9:50:00 AM

Bandar Krueng Aceh - Peunayoeng / @bpmkotabandaaceh
BANDA ACEH - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai makin menambah derita nelayan Aceh. Di tengah masa paceklik karena cuaca buruk, naiknya harga kebutuhan pokok akibat dampak kenaikan harga BBM menambah beban mereka. Sungguh susah semakin besarnya kenaikan yang begitu tinggi dan untuk pemakaiannya.

"Kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap nelayan Aceh. Nelayan Aceh saat ini sedang mengalami masa penceklik akibat cuaca buruk," kata Panglima Laot Aceh, Teuku Bustamam di Banda Aceh, Senin (24/6/2013).

Pengurus tertinggi Lembaga Hukum Adat Laut itu menambahkan, kenaikan harga BBM akan memperbanyak hutang nelayan kepada toke-toke bangku (rentenir) dan sangat mungkin ada nelayan yang tidak mampu lagi mencari nafkah di laut.

Bustamam menyebutkan, nelayan sudah hampir sebulan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk yang melanda Aceh, sehingga utang mereka sudah cukup banyak.

BBM khususnya solar sebagai bahan pokok operasional nelayan dalam mencari nafkah di laut, kini juga sudah naik harganya. "Nasib mereka seperti pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Nelayan Aceh sebahagian besarnya adalah kelompok miskin dan sekarang akibat musim penceklik dan BBM naik membuat mereka semakin miskin," ujar Bustamam. 

Menurutnya, intervensi pemerintah untuk membantu nelayan sangat mendesak, karena kalau tidak anak-anak nelayan kelaparan, mengalami gizi buruk, dan bisa putus sekolah. 

Panglima Laot Aceh mengimbau agar pemerintah segera menyalurkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau apapun yang bisa membantu nelayan yang menerima dampak langsung akibat kebijakan kenaikan BBM.

Sekretaris Jendral Panglima Laot Aceh, Umar Abdul Aziz menambahkan, terkait kondisi ini, pihaknya akan segera mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta perhatian khusus pemerintah terhadap nelayan, karena BBM merupakan urat nadi pekerjaan nelayan. 

"Nelayan tidak mungkin mengayuh kapal dan ini menyangkut hajat hidup mayarakat miskin yang banyak," tukas Umar.[]

Sumber: okezone.com
Share this article :

0 komentar:

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Visit Aceh - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Fuad Heriansyah
Copyright ©