Headlines News :
Home » » Kombatan Petinggi GAM Lakukan Refleksi di Makam Chik Di Tiro

Kombatan Petinggi GAM Lakukan Refleksi di Makam Chik Di Tiro

Written By Fuad Heriansyah on Tuesday, December 4, 2012 | 5:03:00 AM

BANDA ACEH - Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-36 diperingati dengan zikir dan doa bersama di beberapa titik, di antaranya di Komplek Makam Teungku Syiah Kuala, Banda Aceh, dan Makam Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro di Meurue, Indrapuri, Aceh Besar.
 
Doa bersama peringati Milad GAM di Makam Syiah Kuala (Salman Mardira/Okezone)
Pantauan Okezone di Makam Syiah Kuala yang berada di Gampong Deah Raya, puluhan mantan kombatan GAM larut dalam doa bersama dipimpin seorang pemuka agama, Teungku Muhajir.

Mereka duduk melingkar sambil bermunajat doa. Hadir dalam kegiatan itu di antaranya, mantan negosiator GAM, Nur Djuli, Munawar Liza Zainal, mantan panglima GAM Aceh Besar, Muharram, dan eks juru bicara militer GAM Aceh Besar Irwansyah alias Muksalmina.

Bukan hanya kaum pria, doa bersama juga dihadiri perempuan dan anak-anak. Acara berlangsung sederhana, tanpa ada pengibaran umbul-umbul.

Muharram mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengenang perjuangan GAM dan para pejuang-pejuang yang sudah meninggal selama perjuangan.

"Tujuan kami melakukan ini adalah untuk mengingat kembali apa yang sudah kita lakukan sebelumnya. Kita pernah melakukan perjuangan besar dan keras. Kami wajib mengenangnya," ujarnya dalam sambutan singkat, Selasa (4/12/2012).

Dia berharap damai yang sudah disepakati oleh kedua kubu yang bertikai sebelumnya, harus tetap dihormati dan dijaga. Jangan sampai rusak hanya karena keinginan segelintir orang.

Irwansyah yang kini menjadi Ketua Umum Partai Nasional Aceh (PNA) mengakui ada keretakan dalam tubuh GAM di masa damai. "Ini bukanlah konflik yang perlu dibesar-besarkan, ini hanya konflik internal seperti antara ayah dan anak. Perbedaan pendapat dan pemahaman itu adalah hal yang wajar dalam pembelajaran demokrasi," sebutnya.

Dulu, tambah dia, pihaknya hanya berpikir perang saja. Sekarang setelah damai disepakati, semua pihak wajib menaatinya. Cara perjuangan pun harus diubah melalui jalur politik.

Sementara itu, aksi peringatan akbar HUT GAM berlangsung di Makam Chik Di Tiro yang berdampingan dengan kuburan pendiri GAM Hasan Tiro. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Aceh yang juga mantan Panglima GAM Muzakir Manaf serta petinggi Partai Aceh.

GAM diprokamasikan oleh Hasan Tiro pada 4 Desember 1976 di Pegunungan Cok Kan, Kabupaten Pidie, Aceh. Bersama beberapa pengikutnya, Hasan Tiro mengobarkan perlawanan terhadap Pemerintah Indonesia yang dianggap tak adil terhadap Aceh.

Hasan Tiro kabur ke luar negeri dan akhirnya menetap di Swedia karena menjadi buronan nomor satu pemerintah saat itu. Awalnya perlawanan GAM dilakukan melalui media dakwah atau selebaran-selebaran, kemudian mengandalkan senjata.

Pemerintah menggelar beberapa kali operasi penumpasan GAM seperti Operasi Jaring Merah 1989-1998 hingga Darurat Militer, namun GAM justru makin mendapat tempat di masyarakat, bahkan banyak pemuda Aceh yang bergabung dalam sayap militer GAM.

GAM dan RI kemudian sepakat berdamai setelah bencana tsunami meluluh-lantarakan Aceh pada 26 Desember 2004. Kedua pihak menandatangani kesepakatan damai pada 15 Agustus 2005.

Senjata GAM dimusnahkan dan TNI/Polri non-organik ditarik dari Aceh. Damai bersemi. Beberapa petinggi GAM termasuk Hasan Tiro kembali ke Aceh. Hasan Tiro sendiri mengembuskan napasnya di tanah leluhur usai tiga dasawarsa mengobar perlawanannya terhadap Indonesia.
(ris/detik)
Share this article :

0 komentar:

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Visit Aceh - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Fuad Heriansyah
Copyright ©