Headlines News :
Home » , » Kerajaan-Kerajaan Di Tamiang

Kerajaan-Kerajaan Di Tamiang

Written By Fuad Heriansyah on Thursday, November 15, 2012 | 7:55:00 AM

Istana Raja Seruway
Kilas Sejarah, Sistem Pemerintahan Tamiang telah tersusun dengan sangat rapi di Masa Pemerintahan Raja Muda Sedia (1330- 1352 M)Selain berhasil dalam Menjalankan Roda Pemerintahan, Raja Muda Sedia Pernah memukul Mundur serangan Pertama yg dilakukan Oleh Kerajaan Maja Pahit yg di Pimpin Oleh Patih Gajah Mada di Kuala Tamiang.

Tanpa diketahui oleh Raja Muda Sedia, Prajurit majapahit melakukan Penyeranggan Kembali terjadi peperangan yg sangat Dahsyat di bukit suling, kota Benua di Bumi Hanguskan Oleh Prajurit-prajurit Majapahit. Raja Muda Sedia terpaksa mundur ke Daerah Hulu Sungai Simpang Kiri & Menghilang dalam pertapaanya di Gunung Segama. Sedangkan Permaisurinya yang kala itu dalam keadaan Hamil tua, kembali ke Negeri Asalnya (Aceh).

Beberapa tahun kemudian, Pemerintahan Kerajaan tamiang terlahir kembali di Pimpin Oleh Mangkubumi yg berpusat di Kuala Simpang Negeri Pagar Alam. Setelah itu terjadi pergantian tahta, Raja Po Lamat, Raja Po Kelabu tunggal, Raja Po Garang, Raja Kandis.

Setelah Raja Kandis Mangkat, Posisi Beliau di gantikan Oleh Menantunya Raja Pendekar Sri Mangkuta dalam masa Pemerintahanya Pusat kerajaan di Pindahkan ke Pantai Tinjau (1523 – 1558 M). Pada awal Pemerintahannya Beliau Pernah Melakukan Kunjungan ke Kerajaan Aceh yg pada Kala itu di pimpin Oleh Sultan Muqayat Shah (1511–1530 M) & pada saat kunjungan itu Pula lah, Sri Sultan memberi Pengakuan atas Kerajaan TAMIANG.

Pada Masa Pemerintahannya, Kerajaan Tamiang di Pecah menjadi Dua Kerajaan Kerajaan Kecil Yaitu NEGERI KARANG & BENUA TUNU. Dua kerajaan ini masing-masing di Pimpin oleh anak keturunan Raja Muda Sedia & Muda Sedinu. Benua Tunu di bangun di atas Puing-puing Kota Benua Raja, yg dipimpin Oleh Raja Gempa Alamsyah (1558–1588)& Negeri Karang di Pimpin Oleh Raja FROMSYAH (1588–1590) Berpusat di Negeri Menanggini. Kedua kerajaan kecil ini tunduk kepada kerajaan Tamiang di Pantai Tinjau (Raja Pendekar Sri Mangkuta).

Setelah Raja Sri mangkuta Wafat, di Masa Pemerintahan Raja Penita (1699–1700) Turunan dari Raja Gempa Alamsyah yang Memerintah Benua Tunu & Raja Tan Kuala (1662–1699) Turunan dari Raja FROMSYAH memerintah Negeri Karang, untuk menghindari terjadinya Silang pendapat & mencegah agar tidak terjadi perang saudara karena memperebutkan kekuasaan kerajaan Tamiang, Maka Kedua Raja Bersaudara itupun bersepakat (Benua Tunu & Negeri Karang) bersama–sama,  memohon kepada Sultan Taj Alam Syaifuddin Mukayatsyah (1641–1676). Dan Pada Masa Pemerintahan Ratu Kemalat Syah (1688–1699) Kerajaan Benua Tunu & Negeri Karang di Syahkan Menjadi suatu Kerajaan yg berdaulat Penuh & Mendapat Cap Sikureung.

Seiring Perjalanan waktu dari dua kerajaan kecil dahulu, terlahir pula kerajaan-kerajaan baru yaitu Negeri Bendahara di bawah Pemerintahan Potjcut Achmad Gelar Raja Bendahara I (1883–1871) yg juga mendapatkan Cap Sikureung dari sultan Aceh. Adapun Kerajaan yg pernah ada di Bumi Tamiang :

1. Benua Tunu
Daerah Pemerintahan kejuruan Muda pada waktu itu Meliputi: Kampung Ronggoh, Kalui, Lubuk Mandah, Seumadam, Minuran, Tanjung mancang, Benua Tunu, Paya perang, Kuta Lintang, Bukit Culim, Alur Manis, Bukit selamat. Adapun Raja yg Pernah Memerintah di Kerajaan Kejuruan Muda adalah :
1. Gempa Alamsyah 1558–1588 M.
2. PO Banda 1588–1629 M.
3. PO Perum 1629–1669 M.
4. Pendita 1669–1700 M.
5. PO Gam 1700–1937 M.
6. PO Kecik 1737–1770 M.
7. PO Penuh 1770–1800 M.
8. Bahma 1800–1837 M.
9. Perum 1837–1860 M.
10. Peganding 1860–1866 M.
11. Pegondan 1866–1872 M.
12. Nyak Mut 1872–1887 M.
13. Raja Man 1887–1893 M.
14. Mangkubumi 1893–1911 M.
15. Raja Habsyah 1911–1917 M.
16. Mangku Raja 1917–1933 M.
17. Raja Sulung 1933–1945 M.

2. Kerajaan Bendahara
Daerah yg meliputi kekuasaan kerajaan bendahara antara lain: Seruway, Sungai Iyu & Telaga Meku. Raja-raja yg Pernah Memimpin di kerajaan Bendahara adalah :
1. Panglima Deli 1789–1837 M.
2. Achmad Deli 1837–1871 M.
3. Raja matali deli 1871–1901 M.
4. Raja ibrahin deli 1904–1906 M.
5. Raja achmad basyah 1943–1946 M.
Tercatat sejak tahun 1906 Bendahara Hilir utara oleh Pemerintahan Belanda Pernah digabungkan dgn kerajaan karang, & pada tahun 1943 oleh Pemerintahan Jepang dipisahkan kembali.

3. Kerajaan Seruway
Kerajaan Seruway,dahulunya merupakan Bagian dari Kerajaan Bendahara. Pada Tahun 1865 M, Pemerintahan Belanda menjadikannya Kerajaan Kecil, dengan Wilayah Utama Tamiang Hilir Selatan. Adapun Raja-raja yg Pernah memerintah di Kerajaan Seruway, antara Lain :
1. R. Sulung Laut 1865–1902 M.
2. T. Hitam Abdul Majid 1902–1917 M.
3. T. Kamaruddin 1917–1928 M.
4. T. Zainal abidin 1928–1945 M.

4. Kerajaan Karang Tamiang
Daerah Pemerintahan Kerajaan Karang pada waktu itu meliputi : Batu Bedulang, Lubuk Tanggal subang, Kampung segerduk, lubuk Pika, Pantai tinjau, Menanggini, Sekumur, Rantau Panjang, Alur Bemban, Perupuk, serba, Air tenang. Adapun Raja-raja yg Pernah Memimpin di Kerajaan Karang, adalah :
1. Raja Fromsyah 1558–1590 M.
2. Raja Pesinah 1590–1624 M.
3. Tan Muddin 1624–1662 M.
4. Tan Kuala 1662–1699 M.
5. Tan Mertju 1699–1753 M.
6. Tan Pesia 1753–1800 M.
7. Tan Sua 1800–1845 M.
8. Raja Ben Raja 1845–1896 M.
9. RAJA SILANG 1901–1925 M.
10. Tengku Muhamad Arifin 1925-1945 M.

Sumber : Blog Kerajaan Karang Tamiang
Share this article :

0 komentar:

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Visit Aceh - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Fuad Heriansyah
Copyright ©