Headlines News :
Home » , , » Wisata Komplit Ala Ujong Kareng

Wisata Komplit Ala Ujong Kareng

Written By Fuad Heriansyah on Wednesday, March 20, 2013 | 11:11:00 AM

Benteng Indra Patra
Angin sepoi-sepoi, perpohonan yang rimbun serta pasir putih yang terhampar luas cukup memanjakan mata. Esotika pantai ini seakan semakin komplit dengan keberadaan Benteng Indra Patra yang memiliki catatan sejarah nan panjang. Selain itu, ada juga deretan pondok kuliner yang menyajikan berbagai makanan khas Aceh.

Minggu 16 September 2012, terasa lebih terik dari biasanya. Saat para penduduk di kota peninggalan Sultan Iskandar Muda ini bermandi peluh. Angin sepoi-sepoi di pantai ini justru membuat mata anak adam yang singgah disana terasa nyaman. Belaiannya laksana kasih seorang ibu.

Angin tadi juga menyebarkan bau harum dari ikan bakar yang baru di pesan para turis lokal. Mereka bercengkraman tak jauh dari lokasi penulis berada. Sepasang bocah terlihat sibuk menyusun pasir jadi bangunan semacam Kastil. Bangunan tadi beberapa kali runtuh karena dihantam air laut yang datang tiba-tiba.

“Dek, buatnya di dekat mama aja. Nanti terseret air laut dan tenggelam,” seru salah seorang wanita muda yang duduk diantara turis lokal tadi. Rupanya, sosok tadi merupakan orang tua dari bocah yang bermain pasir tadi. Namun seruan ini tidak juga digubris oleh sang bocah.

Tidak hanya mereka. Disudut kanan juga terlihat sepasang kekasih yang sedang memadu cinta. Didepan mereka, terlihat dua buah kelapa muda yang sudah dipotong rata permukaannya. Sesekali, mereka terlihat menarik minuman tersebut dan meneguknya secara bersamaan.

Ah, kita tinggalkan saja kegiatan para muda-muda ini. Pandangan beralih ke sebuah bangunan kuno peninggalan sejarah. Bangunan tersebut adalah Benteng Indra Patra.

Benteng Indra Patra ini dibangun dengan maksud utama untuk membendung sekaligus membentengi masyarakat semasa Kerajaan Lamuri berkuasa. Kerajaan Lamuri masih belum jelas keabsahan kapan berdirinya di Aceh. Namun secara umum, data mengenai kerajaan ini didasarkan pada berita-berita yang dikemukakan oleh pedagang-pedagang dan pelaut-pelaut asing (Arab, India, dan Cina) sebelum tahun 1500 M.

Sedangkan tujuan pendirian benteng ini adalah sebagai tempat pertahanan dari gempuran meriam-meriam yang berasal dari Kapal-kapal Perang Portugis. Disamping itu, benteng ini juga dipakai sebagai tempat beribadah Umat Hindu Aceh saat itu.

Nah, keberadaan benteng yang masih terlihat kokoh ini, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis lokal maupun mancanegara untuk singgah disana. Paling tidak, saat penulis singgah ke daerah ini, terlihat empat atau lima kali, pengunjung lalu-lalang di dalam benteng sambil mengabadikan gambar mereka dengan kamera hanphone masing-masing.

“Daerah Ujong Kareng memang selalu ramai. Jika seandainya, pemerintah sedikit saya peduli untuk membangun fasilitas penunjang wisata di daerah. Ujong Kareng pasti akan lebih maju,”papar Saiful, 26, pemuda pemilik pondok kuliner.

Ya, Ujong Kareng, itulah nama lokasi wisata ini. Semua aktivitas yang terekam tadi juga berlangsung disana. Namun Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, lebih mengenai daerah ini sebagai salah satu dusun di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya. Daerah ini berjarak 21 KM dari pusat Kota Banda Aceh. Jarak ini pula yang menyebabkan pejabat di daerah itu lupa akan potensi alam disana.

Padahal, Ujong Kareng merupakan pusat wisata terkomplit di daerah pesisir Aceh Besar. Daerah ini memiliki tiga keunggulan yang tidak ada di tempat lain, yaitu wisata alam, wisata sejarah dan wisata kuliner.

Ujong Kareng memang lebih terkenal dari Desa Ladong. Jika ada investor yang membangun daerah ini, mungkin akan lebih terkenal. Fanorama alam daerah ini tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lain di nusantara,” ucap Rusli Rasyid, Kepala Desa Ladong, Kamis(8/3).

Tidak hanya itu, lanjut dia, sejak dulu daerah ini juga sering dijadikan sarang bagi ratusan penyu di malam hari. Namun karena banyaknya penangkapan penyu secara illegal antara tahun 2001 hingga 2010, menyebabkan populasi penyu kian berkurang disana.

“Ini biasanya dilakukan oleh warga luar. Masyarakat saat ini telah membuat peraturan gampong untuk perlindungan tersebut. Kami ini menjaga keindahan Ujong Kareng dan Ladong pada umumnya sebagai warisan untuk anak cucu nanti,” tandas dia. Sebuah harapan yang datang dari lubuk hati yang paling dalam.

Hari sudah mulai gelap ketika penulis meninggalkan Ujong Kareng. Namun esotika daerah ini tidak juga luntur ketika kegelapan datang. Lampu kelap-kelip dari perahu nelayan serta suara jangkrik yang bersahutan membuat mata begitu mempesona. Ya, Ujong Kareng memang patut dijadikan lokasi pilihan wisata diakhir pekan.

Berwisata Dengan Keluarga

Berwisata merupakan dambaan semua orang namun bila tidak ada persiapan yang sempurna maka kepuasan dan kenikmata berwisata tidak didapatkan. Untuk itu, memperhatikan situasi, lingkungan, dan daerah wisata yang akan kita kunjungi adalah hal utama yang harus dilakukan sedari awal. Ada beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan.

Iklim dan Cuaca

Untuk bepergian di dalam negeri, ada baiknya Anda terlebih dahulu mencari informasi dari situs BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Di situs ini Anda akan mendapatkan berbagai macam informasi soal cuaca, peringatan dini, dan prakiraan musim dari berbagai lokasi di Indonesia. Jangan sampai ketika Anda sekeluarga tiba di tempat yang dituju, cuaca tidak bersahabat menanti anda sehingga menghambat kegiatan berwisata Anda.

Tempat Menginap

Pilih tempat menginap berdasarkan kemampuan kocek, kenyamanan, dan fasilitas yang disediakan. Jika Anda membawa anak yang masih dibawah umur, lebih bagus apabila tempat tersebut menyediakan fasilitas bermain yang aman. Konfirmasikan kedatangan Anda paling tidak dua hari sebelum tanggal kedatangan. Pastikan pula pembayaran yang disepakati sudah dilakukan dengan benar. Jangan sampai keluarga Anda terkatung-katung ditempat tujuan karena prosedur pemesanan yang dilakukan tidak tepat.

Transportasi

Apabila pihak hotel menyediakan jasa penjemputan dari bandara atau stasiun kereta api ke hotel, konfirmasikan kedatangan Anda dan pastikan mobil jemputan akan datang menjemput pada saat Anda tiba. Apabila tidak ada, cari tahu transportasi lain yang ada di tempat tujuan. Cari tahu juga jenis-jenis transportasi yang ada di dalam rute perjalanan Anda nanti ketika berwisata. Apabila hendak menyewa mobil, sesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan Anda. Bayangkan kesulitan yang timbul jika mobil yang dipilih tidak sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda sehingga mengganggu kenyamanan keluarga berjalan-jalan.

Rumah Sakit

Kadang kala kita lupa akan satu hal: Rumah Sakit. Padahal, Rumah Sakit adalah hal penting yang harus kita ketahui letaknya di daerah yang akan kita kunjungi. Catat alamat dan nomer telefon Rumah Sakit terdekat di tempat Anda menginap atau di daerah Anda berwisata. Disamping membawa perlengkapan obat sendiri, ada baiknya lokasi Rumah sakit diketahui letaknya.

Makanan di Tempat Tujuan

Jangan lupa untuk mencari tahu jenis makanan apa saja yang ada di tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Kadangkala, jenis makanan di suatu tempat wisata kurang “pas” dengan selera makan Anda sekeluarga sehari-hari. Untuk itu, Anda perlu mencari tahu beberapa rumah makan yang familiar dengan selera Anda sekeluarga.

Rancang Liburan

Rancang kegiatan Anda berlibur dengan hati-hati. Hindari beberapa lokasi hiburan yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi anggota keluarga Anda, terutama jika Anda membawa anak yang masih dibawah umur. Jangan sampai ketika Anda sampai di tempat berwisata, banyak pemandangan tidak senonoh (misalnya banyak orang berpacaran atau menggunakan pakaian yang tidak pantas dilihat anak dibawah umur).
Share this article :

0 komentar:

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Visit Aceh - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Fuad Heriansyah
Copyright ©