Headlines News :
Home » » Sejarah Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry

Sejarah Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry

Written By Unknown on Saturday, November 24, 2012 | 2:15:00 AM

Fakultas Adab merupakan fakultas yang termuda di lingkungan kampus IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, karena ia didirikan pada tahun 1983. Dalam perjalannya sehari-hari, boleh dikatakan fakultas Adab masih kurang difahami oleh masyarakat luas sehingga mereka cenderung salah dalam memahami arti fakultas Adab. Kebanyakan mereka berfikir bahwa fakultas yang satu ini adalah fakultas yang mengajarkan sopan santun, akhlak, budi pekerti dan tata karma dalam kehidupan. Menurut saya hal ini wajar terjadi karena kata-kata adab itu sendiri di dalam kamus bahasa Indonesia berarti budi pekerti yang baik. Sementara penamaan nama-nama seluruh fakultas di lingkungan IAIN Ar-Raniry mengadopsi dari bahasa Arab, yaitu Tarbiyah yang berarti pendidikan, Syariah yang berarti hukum, Dakwah yang berarti komunikasi, Ushuluddin yang berarti pokok-pokok agama dan Adab yang berarti sastera.

Oleh karena itu yang dimaksud dengan fakultas Adab adalah fakultas sastera, seperti halnya fakultas sastera yang ada di USU Medan atau UI Jakarta atau universitas lainnya, bukan fakultas sopan santun sebagaimana yang difahami oleh sebagian besar masyarakat. Di fakultas Adab IAIN Ar-Raniry terdapat 3 jurusan, yaitu sejarah peradaban Islam, sastera Arab, Ilmu Perpustakaan dan insyaallah dalam waktu dekat ini akan didirikan jurusan baru yaitu sastera Inggris. Tulisan ini mencoba untuk memperbaiki pemahaman yang salah (wrong understanding) terhadap keberadaan fakultas Adab, sekaligus ingin mengungkapkan tantangan yang dihadapi olehnya dan peluang ke depan yang akan diraih demi pembangunan ummat manusia di permukaan bumi Aceh khususnya.

Di dalam workshop nasional ke-8 pengembangan fakultas Adab se-Indonesia yang diadakan pada tanggal 7-9 November 2008 di Banda Aceh, muncul beberapa permasalahan yang dialami oleh fakultas Adab secara nasional. Salah satunya adalah pemahaman yang salah terhadap fakultas adab sebagaimana yang telah saya sebutkan diatas. Bahkan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Abd Chair secara gamblang memaparkan sedikitnya ada lima tantangan yang hadapi oleh fakultas Adab UIN Jakarta. Pertama masalah pemahaman yang salah terhadap pengertian Adab. Kedua, kualitas alumni yang belum mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja. Ketiga, skill yang dimilki oleh alumni tidak banyak dibutuhkan di pasar tenaga kerja. Keempat, lapangan kerja yang tersedia sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah pelamar dan yang kelima alumni fakultas Adab belum memiliki sebuah wadah tempat berkomunikasi dan bersilaturrahmi.

Ternyata apa yang dialami oleh Fakultas Adab UIN Jakarta tersebut sama persis dengan apa yang dialami oleh Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry. Permasalahan yang sangat mendasar yang muncul kemudian adalah mengapa alumni Fakultas Adab kurang mendapat peluang kerja dan tidak setara dengan alumni fakultas yang lain di lingkungan IAIN? Sehingga banyak di antara para alumni setelah menyelesaikan studinya bekerja tidak sesuai dengan jurusan yang telah dipelajarinya. Permasalahan ini sempat dijawab oleh Wakil Gubernur Muhammad Nazar, S.Ag - yang notanbenenya alumni pertama di jurusan sastera Arab IAIN Ar-Raniry - ketika menutup secara resmi workshop nasional ke-8 itu. Beliau menawarkan beberapa konsep supaya alumni Fakultas Adab bisa bersaing dengan alumni fakultas lain dalam pasar tenaga kerja. Salah satunya adalah, para pimpinan fakultas harus mengsosialisasi dan membuat pendekatan dengan lembaga, instansi dan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Aceh seperti PT. SAI, PT. ARUN, Exxon Mobil dan lain sebagainya. Bahwa untuk menjalankan sebuah perusahaan raksasa kita tidak bisa menafikan keberadaan masyarakat di sekitar. Sebagai contoh dekat, konflik yang terjadi antara PT. SAI dengan masyarakat Lhoknga terjadi karena tidak ada keharmonisan antara perusahaan dengan masyarakat. Nah, tentunya secara keilmuan, yang bisa memamahami perilaku manusia atau sosio linguistic adalah mereka yang pernah belajar ilmu antropologi atau ilmu linguistic, yang semua itu terdapat di fakultas Adab. Ini adalah salah satu peluang kerja bagi alumni Adab.

Kemudian, Bapak Wagub juga menawarkan supaya ada perubahan silabus di fakultas Adab agar materi yang dipelajari oleh mahasiswa bisa bersifat marketingable di dunia pasar kerja dan mahasiswa dibekali dengan pelatihan entrepreneurship sehingga setelah tamat dari studinya mahasiswa bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja sendiri serta tidak tergantung pada CPNS . Di samping itu juga diperlukan sistem jemput bola yang harus dilakukan oleh pimpinan fakultas. Artinya mereka sudah sepatutnya mengirim surat kepada seluruh bupati yang ada di provinsi ini bahwa di fakultas Adab IAIN Ar-Raniry terdapat program D3 dan S1 Ilmu perpustakaan, sehingga perpustakaan-perpustakaan yang ada di lingkungan kabupaten serta di sekolah-sekolah bisa dikelola oleh tenaga kerja yang profesional dalam ilmu perpustakaan.

Kalau kita mau jujur, sebenarnya peluang yang dimiliki oleh alumni Fakultas Adab juga banyak seperti halnya dengan alumni fakultas lainnya. Sebagai contoh, alumni jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam bisa mengisi lowongan kerja di mesium, Balai Kajian Sejarah, dinas sosial, dinas pariwisata, dinas kebudayaan serta lembaga-lembaga lain yang concern dengan sejarah dan budaya Aceh. Kita tentunya semua sepakat bahwa budaya Aceh mesti mendapat perlindungan secara intensif seiring dengan adanya ancaman luar yang membuat generasi muda Aceh di masa depan lupa akan adat dan budaya warisan endatu mereka. Di sinilah peran yang harus dimainkan oleh alumni sejarah dan kebudayaan Islam.

Sementara alumni jurusan Sastera Arab bisa menempati di kantor departemen agama, dinas syariat Islam, Balai Bahasa, Dewan Kesenian Aceh, bahkan di jasa-jasa travel yang akan berurusan dengan para turis khususnya dari Timur Tengah. Saya malah berfikir bahwa seiring dengan adanya program pemerintah kotamadya Banda Aceh untuk menjadikan Aceh sebagai tempat wisata Islami, maka keberadaan para alumni sastera Arab sangat diperlukan untuk mempromosikan keindahan alam wisata Aceh kepada turis dari Timur Tengah. Berdasarkan pengalaman saya ketika bekerja di sebuah perusahaan terbesar yang bergerak dalam bidang pariwisata di Malaysia, bahwa keberadaan para turis asal Timur Tengah tersebut membawa keuntungan yang sangat besar bagi ekonomi Malaysia. Pemerintah Malaysia telah berhasil mempromosikan keindahan alam Malaysia kepada dunia Timur Tengah sehingga banyak turis Arab datang membanjiri Malaysia apalagi di waktu musim panas. Dengan kondisi yang demikian, bahasa Arab telah menjadi bahasa komersial di kota Kuala Lumpur. Tidak ada salahnya pengalaman ini akan menjadi inpirasi kita bersama untuk menyukseskan program wisata Islami seraya menciptakan peluang kerja yang baru bagi alumni sastera Arab.

Sementara untuk alumni jurusan Ilmu Perpustakaan, tentu banyak sekali perpustakaan di provinsi ini baik di tingkat universitas, kantor, sekolah dan lembaga lainnya yang belum dikelola oleh pustakawan yang berbasiskan ilmu perpustakaan secara profesional. Dan juga badan arsip negara tersedia peluang kerja untuk lulusan Ilmu perpustakaan jika ingin dikelola secara profesional.

Ini merupakan secuil pemikiran dan gagasan untuk mengembangkan citra Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dan yang sangat penting untuk mewujudkan impian tersebut adalah, keberadaan sebuah lembaga yang akan mempersatukan seluruh alumni fakultas Adab adalah hal yang mutlak diperlukan. Oleh karena itu, sesuai dengan salah satu butir rekomendasi yang dihasilkan dalam Forum dan Workshop Nasional ke-8 Pengembangan Fakultas Adab adalah melaksanakan MUBES perdana untuk membentuk sebuah wadah alumni Fakultas Adab yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 Febuari 2009. Keberadaan Fakultas Adab juga akan setara dengan fakultas lainnya di lingkungan IAIN Ar-Raniry. [Sumber]
Share this article :

0 komentar:

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Visit Aceh - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Fuad Heriansyah
Copyright ©